Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip
TRANSLATE

 




KALENDER BALI

 

IKIP SARASWATI TABANAN
image

IKIP Saraswati Tabanan

Kategori

 

AKSES EMAIL KAMPUS

Directori Dosen

SIPENMARU

Photo Gallery

SLIDE SHOW

VIDEO

Kunjungan STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan di IKIP Saraswati Tabanan

Acara Foto Bersama Rektor IKIP Saraswati Tabanan dengan

Rombongan STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan

 

 

Pada hari Jumat, 7 Maret 2014 IKIP Saraswati Tabanan menerima kunjungan dari STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan. Kunjungan dari rombongan STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan diikuti oleh 57 mahasiswa yang didampingi oleh Ketua STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan beserta staf. Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengadakan MoU dibidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan untuk melihat secara langsung keadaan IKIP Saraswati Tabanan. Dalam kunjungan tersebut, Rektor IKIP Saraswati Tabanan menyampaikan sambutan berupa ucapan selamat datang yang bertemakan “Menemukan Cinta di Bali”. Ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Rektor IKIP Saraswati Tabanan mendapatkan sambutan yang hangat dari rombongan STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan. Kemudian ucapan selamat datang tersebut dibalas oleh Ketua STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan yang menyampaikan sambutannya dan ucapan terima kasih karena telah diterima di kampus IKIP Saraswati Tabanan dengan baik dan ramah.

            Acara kunjungan itu kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke perpustakaan, laboratorium bahasa, laboratorium multimedia, laboratorium teater, laboratorium microteaching, dan laboratorium biologi yang ada di IKIP Saraswati Tabanan. Setelah acara kunjungan selesai salah satu perwakilan dari mahasiswa STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan menyampaikan kesan mereka terhadap IKIP Saraswati Tabanan “Pertama kali kami sampai di sini, kami hanya bisa bilang wooowwww, kampus ini terlihat sama seperti hotel di tempat kami menginap” ucap salah satu perwakilan mahasiswa. Mereka juga mengatakan fasilitas yang mereka lihat di IKIP Saraswati Tabanan sangat memadai untuk dijadikan sebagai media pembelajaran.

            Kunjungan tersebut diakhiri dengan pemetasan “tari joged” yang dipersembahkan oleh mahasiswa IKIP Saraswati Tabanan. Dalam tarian pergaulan itu, penari turut mengundang partisipasi dari rombongan STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan untuk ikut memeriahkan acara penutupan kunjungan STKIP Cokroaminoto Pinrang Sulawesi Selatan di IKIP Saraswati Tabanan.

 

           

 

Thu, 20 Mar 2014 @18:08

MoU IKIP Saraswati Tabanan dengan Institute of Sathya Sai Education Indonesia

 

Studium Generale :

Knowledge and its misuse-How much sciences does Humanity need? ”.

OLEH : Prof.Dr. G. Vekantaraman

Guru Besar bidang Pendidikan dari Institute of Sathya Sai Education India

 

PERS RILIS:

 

Hari Senin, 10 Maret 2014 IKIP Saraswati Tabanan menerima kunjungan sekaligus kuliah umum dari Prof. Dr. G Venkataraman, seorang Guru Besar bidang Pendidikan dari Institute of Sathya Sai Education India. Menurut beliau, kunjungan ini menjadi hari yang begitu istimewa karena beberapa alasan:

1.     Kampus dan Yayasan ini bernama Saraswati. Prof. lahir di hari puja Saraswati, dan istri beliau (alm) juga bernama Saraswati,

2.     Saraswati mengemban missi yang mulia, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sumber pencerahan dan anugerah pengetahuan yang memuliakan kehidupan.

 

Globalisasi membawa dampak kemajuan Iptek yang luar biasa, walau harus diakui bahwa di tengah-tengah kemajuan dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuwan (scientis) ) tidak mengindahkan Saraswati. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi materialistis, serta efek globalisasi informasi dan kebudayaan industrial telah membawa implikasi yang luas terhadap perubahan dan terdegradasinya tata nilai. Perubahan dalam masyarakat industri adalah perubahan yang diarahkan kepada konsumsi berlebihan. Pada akhirnya, masyarakat industri telah terbiasa dengan keusangan yang cepat, dan karenanya sekaligus eksploitatif. Sebagian masyarakat kini terjebak dalam pemujaan perilaku reifikasi , yang menganggap bahwa kenyataan harus diwujudkan dalam bentuk-bentuk lahiriah dan diukur secara kuantitatif. Kepuasan (sementara) akan datang hanya apabila orang dihadapkan pada efek sensual, material, kuantitas, rupa luar, tingkah laku lahiriah, dan lain-lain.

            Gejala ini berimplikasi pada kerusakan psikologis dan fisiologis yang menghancurkan pikiran (mind) dan tubuh (body) manusia. Pada satu situasi di mana nafsu konsumsi dipacu terus-menerus, maka akhirnya “kebutuhan” manusia industri tidak cukup lagi dipenuhi oleh sesuatu yang real. Jika kepemilikan materiil merupakan tuntutan kehidupan masyarakat telah dicapai melalui kompetisi sengit, jalan pintas (korupsi) dan premanisme serta kekerasan kriminal sekalipun, maka selanjutnya sebagaimana lazimnya sifat nafsu manusia (industri dan kapitalistik), mereka berusaha mencari sesuatu yang lain yang mendatangkan kenikmatan hedonistic . Penghayatan atas kenikmatan badani dan duniawi ini terus menerus dipercanggih. Tidak cukup diperoleh dengan indera yang real, mereka pun mencarinya dalam bentuk sensasi dan halusinasi (dunia maya). Maka demikianlah minuman keras, obat-obat daftar “G”, ekstasi dan heroin kian menjadi bagian gaya hidup sebagian masyarakat, yang berefek lebih lanjut kepada pembentukan perilaku buruk lainnya. Akibatnya lahirlah demoralisasi , kehilangan orientasi dan pegangan, anomie , ambiguitas dan kehancuran nilai-nilai luhur serta kemunduran moralitas sebagian masyarakat.

Demoralisasi adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri di tengah ketidakberdayaan sebagian masyarakat menghadapi tekanan struktural. Artinya, kian banyak orang yang kehilangan independensi cultural terhadap sesuatu yang artificial dan instrumental belaka. Ragam tekanan ini bisa berwujud dalam hubungan atasan-bawahan, pejabat-rakyat, birokrasi-pengusaha, orang kaya-orang miskin, atau bahkan hubungan orang tua-anak, suami-istri, guru-siswa, dan sebagainya. Semua itu berpangkal dari pemujaan atas kepemilikan kekayaan material dan sikap hedonistic , sehingga orang merasa takut kehilangan, bahkan jikapun kehilangan sesuatu yang sesungguhnya bukan milik atau haknya. Pemahaman bhudaya (olah budi) telah berubah menjadi cultural (olah alam). Ideologi kita telah berubah dari monotheisme ke moneytheisme . Kita telah beragama uang, pasar, memasarkan apa saja termasuk barang sakral, hati, dan tubuh . Secara halus, Prof. Venkataraman melukiskannya sebagai upaya menggusur “Saraswati” sebagai perwujudan ilmu pengetahuan suci” dan dialihkan ke “Laksmi” sebagai perwujudan dewi kemakmuran (kekayaan/material).

            Di tengah situasi semacam itu, kata Profesor, maka pendidikan nilai-nilai kemanusiaan (human values education) sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia menjadi sangat strategis. Terutama dalam mengarahkan pembinaan dan mengembangkan potensi diri manusia. N ilai-nilai kemanusiaan sebagai potensi intrinsik setiap manusia (intangable) sangat urgen untuk aktualisasi di era globalisasi, terutama dalam pembangunan karakter bangsa . Menguasai ilmu pengetahuan dibarengi dengan berkembangnya cinta kasih adalah puncak dari kehidupan manusia yang beradab. The end of knowledge is love, the end of education is character. Demikian respon yang diberikan oleh Profesor sambil menutup ruang diskusi.

 

Acara kuliah umum ini diawali dengan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) antara IKIP Saraswati Tabanan dengan Institute of Sathya Sai Education (ISSE) Indonesia. Nampak dalam gambar, dari kanan ke kiri: Dr. Drs. Made Kerta Adhi, M.Pd (PR I IKIP Saraswati Tabanan), Pritam Khisordas (Direktur ISSE Indonesia), Prof.Dr.G.Venkataraman, Dr.Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd (Rektor IKIP Saraswati Tabanan), Dr. Drs. I Nyoman Suryawan, M.Si (Ketua Jurusan Sejarah) dan salah seorang dosen pendidikan Biologi.

Thu, 13 Mar 2014 @14:04

Pemenang Lelang Renovasi Laboratorium

Ikip Saraswati Tabanan mengumumkan pemenang lelang untuk : Renovasi Gedung Laboratorium Pada IKIP Saraswati

selengkapnya...

Thu, 12 Sep 2013 @12:30

Pengumuman Pemenang Lelang

Intitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saraswati Tabanan dengan ini mengumumkan pemenang Lelang untuk pengadaan furniture dan lain-lain

selengkapnya...

Wed, 4 Sep 2013 @08:25

Pengumuman

Pengumuman Pemlihan Langsung Dengan Pasca Kualifikasi

selengkapnya...

Thu, 29 Aug 2013 @21:05

1 2 3 4 5 6 7 »

Copyright © 2014 IKIP Saraswati Tabanan · All Rights Reserved



RSS Feed